PERBANDINGAN CERITA RAKYAT BERJUDUL CINDERELA DENGAN ANDE-ANDE LUMUT

PERBANDINGAN CERITA RAKYAT BERJUDUL

CINDERELA DENGAN ANDE-ANDE LUMUT

Oleh : Dida Prasetya Nugroho


Cinderela merupakan cerita yang sudah ada (dapat dikatakan sebagai cerita rakyat) di Inggris sedangkan Ande-Ande Lumut merupakan cerita rakyat di Indonesia. Berdasarkan setting tempat dan waktu dalam cerita serta wujud kedua cerita yang merupakan cerita rakyat (biasanya dalam pembuatan cerita rakyat menggunakan setting tempat dan waktu sesuai keadaan zaman pembuatan cerita tersebut) maka dapat diketahui bahwa kedua cerita tidaklah satu zaman . Dilihat dari perkembangan sejarah Inggris yang lebih dulu maju dibandingkan Indonesia maka cerita Cinderala tentunya dibuat lebih dahulu dari cerita Ande-Ande Lumut (sama-sama menggunakan setting masa kerajaan tetapi masa kerajaan di Inggris terjadinya lebih dulu dibandingkan masa kerajaan di Indonesia), sehingga dalam melakukan studi sastra bandingan dilakukan secara diakronis untuk menelusuri genetika teks sastra. Persamaan-persamaan dalam cerita semata-mata bukan karena dibuat pada zaman yang sama maupun mempunyai satu induk cerita tetapi karena masing-masing mempunyai kemampuan untuk menciptakannya dan kebetulan ceritanya hampir sama. Hal ini sesuai dengan Teori Survival kebudayaan Andrew Lang dapat dimasukkan ke dalam golongan teori poligenesis, karena mempunyai paham yang menganggap bahwa setiap kebudayaan di dunia ini mempunyai kemampuan untuk berevolusi. Oleh karena itu, masing-masing folk mempunyai kemampuan melahirkan unsur-unsur kebudayaan yang sama dalam setiap taraf evolusi yang sama. Jadi, jika sampai ada motif cerita rakyat yang sama dalam beberapa negara, maka hal itu karena masing-masing negara mempunyai kemampuan untuk menciptakannya, baik sendiri maupun sejajar (independent or paralel invention). Dalam mengkaji bandingan kedua teks cerita ini dapat berdasarkan empat asas pokok pembanding, yaitu genetik teks, generik teks, tematik teks, dan kesejajaran teks.

Dari segi genentik kedua cerita ini merupakan cerita rakyat yang menggunakan setting istana sentris yang mengambil latar lingkungan istana. Dalam segi bahasanya, kedua cerita tersebut sangatlah berbeda. Cinderela menggunakan bahasa Inggris sedangakan Ande-Ande Lumut menggunakan bahasa Jawa. Hanya saja kedua cerita tersebut telah digubah dan diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia. Secara generik kedua cerita tersebut sama-sama bergenre prosa (cerita rakyat).

Secara tematik juga dapat dikatakan hampir sama, yaitu menceritakan kehidupan gadis cantik yang hidup sengsara dan miskin tetapi kehidupannya berubah ketika bertemu jodohnya yang dari keluarga kaya (keluarga kerajaan). Dalam segi kesejajaran teks, kedua cerita tersebut memiliki banyak kesejajaran diantaranya dalam segi judul, tema, alur, karakterisasi/penokohan, setting, dan point of view serta amanat .


  1. Judul

Kedua cerita tersebut mempunyai kesejajaran dari segi judul, yaitu sama-sama mengambil judul dari tokoh utama dalam cerita yang bernama Cinderela dan Ande-Ande Lumut.

  1. Tema

Dalam segi tema sangatlah jelah kesejajaran kedua cerita tersebut yaitu menceritakan kehidupan gadis cantik yang hidup sengsara dan miskin tetapi kehidupannya berubah ketika bertemu jodohnya yang dari keluarga kaya (keluarga kerajaan).

  1. Alur

Pembahasan mengenai kesejajaran segi alur kedua cerita tersebut saya rasa tidak perlu dibahas satu persatu karena dasar alur kedua cerita sama. Alur ceritanya menceritakan kehidupan gadis cantik yang dibenci oleh saudara tirinya. Kemudian karena suatu keadaan (dalam cerita Cinderela karena ada pesta di istana yang digunakan pangeran untuk mencari jodoh sedangkan dalam Ande-Ande Lumut karena adanya sayembara untuk mencari jodoh) maka sang gadis tersebut bertemu jodohnya dan kehidupannya yang semula sengsara menjadi bahagia. Demikianlah akhir kedua cerita tersebut, sama-sama berakhir dengan kebahagiaan tokoh utama yang semula sengsara.

  1. Karakterisasi/Penokohan

Penokohan dalam kedua cerita juga mempunyai dasar yang sama. Ada tokoh pria yang merupakan orang kaya dan tampan (imej seorang lelaki idaman wanita) yang sedang mencari jodoh, didukung oleh orang disekelilingnya dalam mencari jodoh (dalam cerita Cinderela, pangeran dibantu oleh pengawal kerajaan sedang dalam Ande-Ande Lumut Ande-Ande lumut yang sebenarnya juga seorang anak raja dibantu oleh Mbok Randa Dadapan). Tokoh seorang gadis yang sangat baik hati, sabar, dan penyayang (Cinderela dan Klenting Kuning) tetapi selalu dibenci dan dimusihi saudara tirinya. Kemudian ada tokoh antagonis yang merupakan saudara tiri jahat yang selalu memusuhi tokoh sang gadis baik hati dan cantik.

  1. Setting

Setting kedua cerita rakyat tersebut menggunakan setting istana sentris atau masa-masa kerajaan. Setting tempatnya sangatlah sedikit, hanya berupa tempat inggal pangeran, tempat tinggal sang gadis yang disukai pangeran, dan setting perjalanan dari rumah sang gadis menuju ke tempat pangeran.

  1. Point of view

Pengarang kedua cerita menggunakan point of view orang ketiga. Disini pengarang bertindak sebagai yang maha tahu.

  1. Amanat

Amanat yang bisa diambil dari kedua cerita sama, yaitu kita harus senantiasa sabar dalam menghadapi cobaan. Kita harus menjadi orang yang baik hati, sabar, penyanyang, jujur, dan suka menolong. Kita janganlah suka iri dan benci serta jahat kepada orang lain, terlebih lagi kepada saudara sendiri.

Teori Survival kebudayaan Andrew Lang dapat dimasukkan ke dalam golongan teori poligenesis, karena mempunyai paham yang menganggap bahwa setiap kebudayaan di dunia ini mempunyai kemampuan untuk berevolusi. Oleh karena itu, masing-masing folk mempunyai kemampuan untuk melahirkan unsur-unsur kebudayaan yang sama dalam setiap taraf evolusi yang sama. Jadi, jika sampai ada motif cerita rakyat yang sama dalam beberapa negara, maka hal itu karena masing-masing negara mempunyai kemampuan untuk menciptakannya, baik sendiri maupun sejajar (independent or paralel invention Teori Survival kebudayaan Andrew Lang dapat dimasukkan ke dalam golongan teori poligenesis, karena mempunyai paham yang menganggap bahwa setiap kebudayaan di dunia ini mempunyai kemampuan untuk berevolusi. Oleh karena itu, masing-masing folk mempunyai kemampuan untuk melahirkan unsur-unsur kebudayaan yang sama dalam setiap taraf evolusi yang sama. Jadi, jika sampai ada motif cerita rakyat yang sama dalam beberapa negara, maka hal itu karena masing-masing negara mempunyai kemampuan untuk menciptakannya, baik sendiri maupun sejajar (independent or paralel invention Teori Survival kebudayaan Andrew Lang dapat dimasukkan ke dalam golongan teori poligenesis, karena mempunyai paham yang menganggap bahwa setiap kebudayaan di dunia ini mempunyai kemampuan untuk berevolusi. Oleh karena itu, masing-masing folk mempunyai kemampuan untuk melahirkan unsur-unsur kebudayaan yang sama dalam setiap taraf evolusi yang sama. Jadi, jika sampai ada motif cerita rakyat yang sama dalam beberapa negara, maka hal itu karena masing-masing negara mempunyai kemampuan untuk menciptakannya, baik sendiri maupun sejajar (independent or paralel invention


Cinderela

Di sebuah kerajaan, ada seorang anak perempuan yang cantik dan baik hati. Ia tinggal bersama ibu dan kedua kakak tirinya, karena orangtuanya sudah meninggal dunia. Di rumah tersebut ia selalu disuruh mengerjakan seluruh perkerjaan rumah. Ia selalu dibentak dan hanya diberi makan satu kali sehari oleh ibu tirinya. Kakak-kakaknya yang jahat memanggilnya “Cinderela”. Cinderela artinya gadis yang kotor dan penuh dengan debu. “Nama yang cocok buatmu !” kata mereka.

Setelah beberapa lama, pada suatu hari datang pengawal kerajaan yang menyebarkan surat undangan pesta dari Istana. “Asyik… kita akan pergi dan berdandan secantik-cantiknya. Kalau aku jadi putri raja, ibu pasti akan gembira”, kata mereka. Hari yang dinanti tiba, kedua kakak tiri Cinderela mulai berdandan dengan gembira. Cinderela sangat sedih sebab ia tidak diperbolehkan ikut oleh kedua kakaknya ke pesta di Istana. “Baju pun kau tak punya, apa mau pergi ke pesta dengan baju sepert itu?”, kata kakak Cinderela.

Setelah semua berangkat ke pesta, Cinderela kembali ke kamarnya. Ia menangis sekeras-kerasnya karena hatinya sangat kesal. “Aku tidak bisa pergi ke istana dengan baju kotor seperti ini, tapi aku ingin pergi..” Tidak berapa lama terdengar sebuah suara. “Cinderela, berhentilah menangis.” Ketika Cinderela berbalik, ia melihat seorang peri. Peri tersenyum dengan ramah. “Cinderela bawalah empat ekor tikus dan dua ekor kadal.” Setelah semuanya dikumpulkan Cinderela, peri membawa tikus dan kadal tersebut ke kebun labu di halaman belakang. “Sim salabim!” sambil menebar sihirnya, terjadilah suatu keajaiban. Tikus-tikus berubah menjadi empat ekor kuda, serta kadal-kadal berubah menjadi dua orang sais. Yang terakhir, Cinderela berubah menjadi Putri yang cantik, dengan memakai gaun yang sangat indah.

Karena gembiranya, Cinderela mulai menari berputar-putar dengan sepatu kacanya seperti kupu-kupu. Peri berkata,”Cinderela, pengaruh sihir ini akan lenyap setelah lonceng pukul dua belas malam berhenti. Karena itu, pulanglah sebelum lewat tengah malam. “Ya Nek. Terimakasih,” jawab Cinderela. Kereta kuda emas segera berangkat membawa Cinderela menuju istana. Setelah tiba di istana, ia langsung masuk ke aula istana. Begitu masuk, pandangan semua yang hadir tertuju pada Cinderela. Mereka sangat kagum dengan kecantikan Cinderela. “Cantiknya putri itu! Putri dari negara mana ya ?” Tanya mereka. Akhirnya sang Pangeran datang menghampiri Cinderela. “Putri yang cantik, maukah Anda menari dengan saya ?” katanya. “Ya…,” kata Cinderela sambil mengulurkan tangannya sambil tersenyum. Mereka menari berdua dalam irama yang pelan. Ibu dan kedua kakak Cinderela yang berada di situ tidak menyangka kalau putri yang cantik itu adalah Cinderela.

Pangeran terus berdansa dengan Cinderela. “Orang seperti andalah yang saya idamkan selama ini,” kata sang Pangeran. Karena bahagianya, Cinderela lupa akan waktu. Jam mulai berdentang 12 kali. “Maaf Pangeran saya harus segera pulang..,”. Cinderela menarik tangannya dari genggaman pangeran dan segera berlari ke luar Istana. Di tengah jalan, sepatunya terlepas sebelah, tapi Cinderela tidak memperdulikannya, ia terus berlari. Pangeran mengejar Cinderela, tetapi ia kehilangan jejak Cinderela. Di tengah anak tangga, ada sebuah sepatu kaca kepunyaan Cinderela. Pangeran mengambil sepatu itu. “Aku akan mencarimu,” katanya bertekad dalam hati. Meskipun Cinderela kembali menjadi gadis yang penuh debu, ia amat bahagia karena bisa pergi pesta.

Esok harinya, para pengawal yang dikirim Pangeran datang ke rumah-rumah yang ada anak gadisnya di seluruh pelosok negeri untuk mencocokkan sepatu kaca dengan kaki mereka, tetapi tidak ada yang cocok. Sampai akhirnya para pengawal tiba di rumah Cinderela. “Kami mencari gadis yang kakinya cocok dengan sepatu kaca ini,” kata para pengawal. Kedua kakak Cinderela mencoba sepatu tersebut, tapi kaki mereka terlalu besar. Mereka tetap memaksa kakinya dimasukkan ke sepatu kaca sampai lecet. Pada saat itu, pengawal melihat Cinderela. “Hai kamu, cobalah sepatu ini,” katanya. Ibu tiri Cinderela menjadi marah,” tidak akan cocok dengan anak ini!”. Kemudian Cinderela menjulurkan kakinya. Ternyata sepatu tersebut sangat cocok. “Ah! Andalah Putri itu,” seru pengawal gembira. “Cinderela, selamat..,” Cinderela menoleh ke belakang, peri sudah berdiri di belakangnya. “Mulai sekarang hiduplah berbahagia dengan Pangeran. Sim salabim!.,” katanya.

Begitu peri membaca mantranya, Cinderela berubah menjadi seorang Putri yang memakai gaun pengantin. “Pengaruh sihir ini tidak akan hilang walau jam berdentang dua belas kali”, kata sang peri. Cinderela diantar oleh tikus-tikus dan burung yang selama ini menjadi temannya. Sesampainya di Istana, Pangeran menyambutnya sambil tersenyum bahagia. Akhirnya Cinderela menikah dengan Pangeran dan hidup berbahagia.


Ande Ande Lumut

Cerita ini mengisahkan tentang Pangeran Kusumayuda yang bertemu dengan Klenthing Kuning, si bungsu dari empat bersaudara anak seorang janda di desa tempat ayah Pangeran Kusumayuda memerintah. Diam-diam mereka saling mengingat. Dalam hati, Pangeran Kusumayuda tahu, gadis seharum bunga mawar itu adalah calon permaisuri Kerajaan Banyuarum yang paling sempurna. Sayang, mereka tak pernah bertemu lagi.

Beberapa tahun kemudian, seorang pemuda tampan bernama Ande Ande Lumut mengumumkan bahwa dia sedang mencari istri. Tak seperti gadis-gadis desa lain dan juga saudara-saudara Klenting Kuning lainnya, Klenting Kuning enggan pergi sebab dia masih mengingat Pangeran Kusumayuda. Namun berkat nasehat dari bangau ajaib penolongnya, maka akhirnya Klenthing Kuning pun turut serta.

Dalam perjalanannya, ternyata mereka harus menyeberangi sungai yang dalam. Pada saat itu, munculah penjaga sungai Yuyu Kangkang yang bebentuk kepiting raksasa. Si Yuyu menawarkan untuk menyeberangkan mereka dengan catatan diberi imbalan ciuman. Karena terburu-terburu, semua gadis-gadis desa yang lain segera saja menyetujuinya, dengan pemikiran bahwa sang pangeran tidak akan mengetahuinya. Hanya si bungsu Klenting Kuning yang enggan untuk mencium si Yuyu. Dengan kepandaiannya, si bungsu dapat menyeberang tanpa harus mencium si Yuyu. Karena hanya si bungsu yang tidak mencium si Yuyu, jadilah Ande Ande Lumut memilih si bungsu sebagai pendampingnya. Klenting Kuning baru sadar bahwa pemuda Ande Ande Lumut adalah Pangeran Kusumayuda yang dicintainya.

7 responses

  1. apa benar duluan cerita cinderela daripada ande ande lumut???????
    ande ande lumut sudah ada sejak abad ke 11 masehi
    sedangkan inggrisa pada masa itu masih dalam fase drak age abad kegelapan ndak tahu peradaban.

  2. cerita nya bagus
    cocok untuk drama school

  3. kalo cerita ande2 lumut itu sdah ada naskah x atau belum ?

  4. Modern homes need to have liability insurance in case remodel
    floor plans they cut a pipe in the wrong place and
    flood your house or apartment.

  5. latarnya apa ya saya belum tau nihh……………………………………..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: