ANALISIS STRUKTURAL CERKAK “BECAK” KARYA BUDI SUSANTO

SINOPSIS “BECAK” KARYA BUDI SUSANTO

Willy Prabowo anak nakal dari keluarga kaya yang terhormat di kampungnya. Kekayaan yang dimiliki keluarganya membuat dia menjadi anak manja, semua keinginannya dikabulkan ayahnya. Setelah lulus SMA Ia melanjutkan kuliah di Semarang. Karena sangat membanggakan kekayaannya, Willy berjanji jika kelak menikah maka harus dengan orang yang cantik dan dari keluarga kaya juga.

Pada sore hari setelah pulang kuliah Willy terpaksa pulang ke Yogya untuk mengambil Papper yang tertinggal. Dengan sepeda motor pinjam temanya Willy pulang ke Yogya dengan selamat, namun di perjalanan kembali ke semarang Ia mendapat kecelakaan. Willy ditolong oleh seorang tukang becak, Pak Ramidjo namanya, semua urusan rumah sakit beliau yang mengurusinya. Willy yang hamper kekurangan darah juga dibantu dengan sumbangan darah dari itrinya.

Di rumah Sakit Willy dirawat oleh perawat cantik berhati baik dengan penampilan yang sederhana. Karena kesabaran dan ketelatenannya dalam merawat Willy, Willypun jatuh cinta pada Miarsih. Meskipun tidak mendapat izin dari ayahnya karena Miarsih adalah anak dari Pak Ramidjo Willy tetap melamarnya.

Setahun-dua tahun Pak Wandoyo orang tua Willy masih tidak suka melihat menantunya. Tetapi setelah Miarsih dikaruniai anak yang bagus, semua menjadi suka.keluarga Willy dan Miarsih menjadi langgeng.

A. Tema

· Definisi tema:

o Tema adalah pokok pikiran, dasar cerita (yang dipercakapkan, dipakai sebagai dasar mengarang, menggubah sajak, dsb) (KBBI).

o Tema merupakan gagasan dasar umum yang menopang sebuah karya sastra dan yang terkandung di dalam teks sebagai struktur semantic dan yang menyangkut prsamaan-persamaan atau perbedaan-perbedaan (Hartoko&Rahmato via Nurgiantoro, 2000:68).

o Tema adalah makna yang terkandung oleh sebuah cerita (Stanton&Keni via Nurgiyantoro, 2000:67).

o Tema adalah pokok pikiran, dasar cerita atau sesuatu yang dipercakapkan dipakai sebagai dasar untuk mengarang (Purwadarminta,1984:104).

o Tema adalah suatu amanat utama yang disampaikan oleh penulis melalui karangannya (Keraf, 1980: 107).

o Tema berasal dari bahasa Yunani “thithenai”, berarti sesuatu yang telah diuraikan atau sesuatu yang telah ditempatkan. Tema merupakan amanat utama yang disampaikan oleh penulis melalui karangannya. Dalam karang mengarang, tema adalah pokok pikiran yang mendasari karangan yang akan disusun. Dalam tulis menulis, tema adalah pokok bahasan yang akan disusun menjadi tulisan. Tema ini yang akan menentukan arah tulisan atau tujuan dari penulisan artikel itu. Menentukan tema berarti menentukan apa masalah sebenarmya yang akan ditulis atau diuraikan oleh penulis (www.penulissukses.com).

o Tema adalah dasar atau makna suatu cerita atau novel (Brooks dan Warren via Tarigan, 1991: 125).

Kesimpulan:

Tema adalah pandangan hidup tertentu atau perasaan tertentu mengenai kehidupan atau rangkaian nilai-nilai tertentu yang membentuk atau membangun dasar atau gagasan utama dari suatu karya sastra.

· Tema Cerkak “Becak”:

Tema dari Cerpen dengan judul “BECAK” karya Budi Susanto adalah Cinta tidak memandang harta dan kedudukan. Meskipun Willy Prabowo berasal dari keluarga kaya dan terhormat dan pernah berjanji jika kelak menikah maka harus dengan orang cantik dan berasal dari keluarga kaya juga, tetapi setelah bertemu Miarsih yang sederhana dan tidak berasal dari keluarga terhormathati Willy pun luluh, karena cinta tidak memandang harta dan kedudukan seseorang, melainkan cinta itu memandang hati.

B. Alur

· Definisi alur:

o Alur adalah rangkaian peristiwa yang direka dan dijalin dengan seksama dan menggerakkan jalan cerita melalui kerumitan ke arah klimaks dan penyelesaian; jalinan peristiwa dalam karya sastra untuk mencapai efek tertentu (pautannya dapat diwujudkan oleh hubungan temporal atau waktu dan oleh hubungan kausal atau sebab-akibat) (KBBI).

o Alur adalah cerita yang berisi urutan kejadian, namun tiap kejadian itu hanya dihubungkan secara sebab akibat, peristiwa yang satu disebabkan atau menyebabkan peristiwa lain (Stanton via Nurgiyantoro, 2000 : 113).

o Alur adalah peristiwa-peristiwa cerita yang mempunyai penekanan pada adanya hubungan kausatif (Foster via Nurgiantoro, 2000 : 113)

o Alur adalah struktur peristiwa-peristiwa, yaitu sebagai mana yang terlihat dalam pengurutan dan penyalinan berbagai peristiwa tersebut untuk mencapi efek emosional dan artistic tertentu (Abrams via Nurgiantoro, 2000 : 113).

o Alur adalah rangkaian peristiwa yang disusun berdasarkan hubungan kausalitas (Wiyatmi, 2006 : 36)

o Alur atau plot adalah struktur rangkaian kejadian dalam cerita yang disusun sebagai sebuah inter-relasi fungsional yang sekaligus fiksi. Dengan demikian, alur ini merupakan perpaduan unsur–unsur yang membangun cerita. Dalam pengertian ini alur merupakan rangkaian suatu jalur tempat lewatnya rentetan peristiwa yang merupakan rangkaian pola tindak tanduk yang berusaha memecahkan konfflik yang terdapat di dalamnya (Semi, 1984:35).

o Alur adalah urutaan atau rangkaian peristiwa dalam cerita rekaan.

Kesimpulan:

Alur adalah gerak cerita yang sambung-sinambung berdasarkan gambaran hukum sebab-akibat. Alur tidak hanya mengemukakan apa yang terjadi tetapi lebih penting adalah menggambarkan mengapa hal itu terjadi.

· Alur dalam cerkak “Becak” adalah:

Cerkak “Becak” karya Budi Susanto memiliki alur maju. Karena dalam urutan penceritaan setiap peristiwanya pengarang menceritakan secara berurutan.

Diceritakan Willy Prabowo mulai dari SMA sampai kuliah, dan di masa kuliah dia mengalami kecelakaan sepeda motor yang kemudian dirawat di rumah sakit yang kemudian di sanalah Ia menemukan Miarsih seorang perawat cantik berpenampilan sederhana yang merubah pandangannya tentang kedudukan seseorang.

· Skema Plot cerkak “Becak”:

P1-P2-P3-P4-P5

· Diagram Plot cerkak “Becak”:

Keterangan:

Berdasarkan urutannya maka termasuk plot maju

P1 : Willy Prabowo lulus SMA melanjutkan kuliah di Semarang.

P2 : Suatu hari ada tugas Willy yang tertinggal di rumahnya di Jogja, padahal tugasnya itu sudah harus dikumpulkan pada esok harinya.

P3 : Willy pulang kerumah dengan meminjam sepeda motor milik teman kostnya. Di perjalanan balik dari Jogja menuju Semarang Willy mengalami kecelakaan.

P4 : Willy dirawat di rumah sakit oleh Miarsih, seorang perawat anak tukang becak yang berpenampilan sederhana dengan hati yang sangat baik yang kemudian membuat Ia jatuh hati padanya.

P5 : Willy menikah dengan Miarsih.

C. Penokohan

· Definisi penokohan:

o Tokoh adalah pemegang peran (peran utama) dl roman atau drama (KBBI).

o Tokoh adalah pelaku atau aktor dalam sebuah cerita sejauh ia oleh pembaca dianggap sebagai tokoh kongkrit, individual (Hartoko & Rahmanto, 1986: 144).

o Penokohan adalah pelukisan, gambaran yang jelas tentang seseorang yang ditampilkan dalam sebuah cerita (Jones, 1962:33 via Burhan Nurgiyantoro)

o Penokohan adalah sebagai tokoh-tokoh cerita yang ditampilkan dan sebagai sikap, ketertarikan, keinginan, emosi dan prinsip moral yang dimiliki (Stanton, 1965:17 via Burhan Nurgiyantoro).

o Penokohan adalah orang yang ditampilkan dalam karya naratif, atau drama, yang oleh pembaca ditafsirkan memiliki mkualitas moral dan kecenderungan tertentu seperti yang diekspresikan dalam ucapan dan apa yang dilakukan dalam tindakan (Abrams, 1981:20 via Burhan Nurgiyantoro).

o Burhan Nurgiantoro (2000:165) mengartikan penokohan merupakan pelukisan gambaran yang jelas tentang seseorang yang ditampilkan dalam sebuah cerita

Kesimpulan:

Penokohan adalah gambaran pelaku dalam cerita yang diciptakan pengarang memiliki ciri yang khas, kualitas moral, dan kecenderungan tertentu yang terlihat dalam perbutannya, melalui tokoh dengan konflik-konfliknya yang bergerak sepanjang alur, penulis menyampaikan tema dan pesan-pesannya.

· Penokohan dalam cerkak “Becak” adalah:

o Tokoh utama : Willy Prabowo

o Tokoh tambahan : Miarsih, Pak Ramidjo

o Tokoh dinamik : Willy Prabowo

o Tokoh protagonis : Pak Ramidjo, Miarsih

o Tokoh antagonis : peristiwa kecelakaan sepeda motor

· Watak tokoh dalam cerkak “Becak” adalah :

o Willy Prabowo : Awalnya Willy diceritakan merupakan anak yang nakal dan sangat sombong. Kekayaan yang dimiliki keluarganya membuat dia menjadi anak manja. Karena sangat membanggakan kekayaannya, Willy berjanji jika kelak menikah maka harus dengan orang yang cantik dan dari keluarga kaya juga. Namun setelah bertemu dengan Miarsih Willy berubah menjadi orang yang tidak memendang seseorang berdasarkan harta dan kedudukannya.

o Miarsih : Seorang gadis berhati baik dengan penampilan yang sederhana. Memiliki sifat sabar dan telatenan dalam merawa pasien.

o Pak Ramidjo : Orang tua yang ber profesi sebagai tukang becak dengan hati baik, suka menolong dengan ikhlas dan tanpa pamrih.

D. Latar

· Definisi latar:

o Latar adalah keterangan mengenai waktu, ruang, dan suasana terjadinya lakuan dalam karya sastra (KBBI).

o Latar adalah tempat,hubungan waktu dan lingkungan sosial tempat terjadinya peristiwa yang diceritakan (Abrams, 1981:175 via Burhan Nugiayantoro)

o Latar adalah penempatan dalam ruang dan waktu (Hartoko & Rahmanto, 1986: 178).

o Latar adalah tempat dan waktu (di mana dan kapan) suatu ceritera terjadi (www.hsc.csu.edu.au).

o Latar adalah segala keterangan, petunjuk, pengacuan yang berkaitan dengan waktu, ruang, dan suasana terjadinya peristiwa dalam cerita. Latar meliputi penggambaran letak geografis (termasuk topografi, pemandangan, perlengkapan, ruang), pekerjaan atau kesibukan tokoh, waktu berlakunya kejadian, musim, lingkungan agama, moral, intelektual, sosial, dan emosional tokoh.

o Latar disebut juga setting, yaitu tempat atau waktu terjadinya peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam sebuah karya sastra (http://sastradewa.blogspot.com).

Kesimpulan:

Latar/setting adalah unsur dalam cerita yang memberikan informasi tentang tempat, waktu dan lingkungan sosial terjadinya peristiwa-peristiwa.

· Latar dalam cerkak “Becak” adalah:

o Tempat :Yogyakarta (rumah), Semarang (kost), Muntilan (Rumah sakit) dan jalan yang dilewati, yaitu antara Semarang-Yogyakarta.

o Waktu :Siang hari, sore hari sampai seminggu setelah itu, saat Willy Prabowo duduk di bangku kuliah.

o Sosial : Sebagian besar orang berpendapat bahwa harta dan kedudukan dalam masyarakat merupakan hal yang sangat dihargai dan dihormati.

E. Judul

· Definisi judul:

o Judul adalah nama yang dipakai untuk buku atau bab dalam buku yang dapat menyiratkan secara pendek isi atau maksud buku atau bab itu; kepala karangan (cerita, drama, dsb) (KBBI).

o Judul adalah lapis terluar suatu cerita (Padmopuspita via Pamulat, 2001: 20)

o Judul adalah gambaran makna suatu cerita (Widyaningsih, 2000: 13)

o Judul adalah nama yang dipakai untuk buku, bab dalam buku, kepala berita, dan lain-lain; identitas atau cermin dari jiwa seluruh karya tulis, bersipat menjelaskan diri dan yang manarik perhatian dan adakalanya menentukan wilayah (lokasi). Dalam artikel judul sering disebut juga kepala tulisan. Ada yang mendefinisikan Judul adalah lukisan singkat suatu artikel atau disebut juga miniatur isi bahasan. Judul hendaknya dibuat dengan ringkas, padat dan menarik. Judul artikel diusahakan tidak lebih dari lima kata, tetapi cukup menggambarkan isi bahasan (www.penulissukses.com).

o Judul adalah sarana utama pengarang untuk menyampaikan apa yang akan diungkapkan/diceritakan dan dijadikan daya tarik utama suatu karya fiksi.

 

Kesimpulan:

Judul adalah sarana utama pengarang untuk menyampaikan apa yang akan diungkapkan/diceritakan dan dijadikan daya tarik utama suatu karya fiksi.

 

· Hubungan judul dengan isi cerkak:

Hubungan judul dengan isi cerkak adalah diceritakan seorang yang sebelumnya memiliki sifat nakal dan sombong yaitu Willy Prabowo, kemudian sifat buruknya itu berubah setelah mengalami kecelakaan dan ditolong oleh seorang tukang becak serta dirawat oleh perawat cantik anak seorang tukang becak tersebut yang kemudian Ia cintai dan menjadi isterinya.

F. Sudut pandang

· Definisi sudut pandang

o Sudut pandang adalah visi pengarang dalam arti bahwa ia merupakan pandangan yang diambil oleh pengarang dengan melihat peristiwa dan kejadian dalam cerita (Sayuti via Widyaningsih, 2000: 15).

o Sudut pandang adalah cara dan atau pandangan yang dipergunakan pengarang sebagai sarana untuk menyajikan tokoh, tindakan, latar, dan berbagai peristiwa yang membentuk cerita dalam sebuah karya fiksi kepada pembaca (Abrams via Nurgiantoro, 2000: 248).

o Sudut pandang adalah tempat pencerita dalam hubungannya dengan cerita, dari sudut mana pencerita menyampaikan kisahnya (Sudjiman via Zulfanur, 1996: 35).

o Sudut pandang adalah siapa yang mengamati peristiwa dan menyampaikan kisahnya (Brooks via Zulfanur, 1996: 35).

o Sudut pandang adalah teknik yang digunakan pengarang untuk menemukan dan menyampaikan makna karya artistik, untuk dapat sampai dan berhubungan dengan pembaca (Padmopuspita via Pamulat, 2001: 21).

o Menurut Didik Wijaya, ada dua sudut pandang yang biasa dipakai di dalam penulisan fiksi, antara lain:

­ First Person Point of View (Sudut Pandang Orang Pertama)

Di sini, penulis berperan sebagai salah satu karakter. Karakter dipakai biasanya adalah karakter utama di cerita. Biasanya sudut pandang ini mudah dikenali, dengan ‘aku’ atau ‘saya’ sebagai karakter utama.

­ Third Person Point of View (Sudut Pandang Orang Ketiga)

Sudut pandang orang ketiga dipakai bila kita menggunakan penulis yang tidak ikut menjadi salah satu karakter fiksi tersebut. Namun, penulis tersebut mengetahui apa yang dirasakan dan dipikirkan oleh karakter-karakter tersebut. Sudut pandang orang ketiga bisa dibedakan lagi menjadi Omniscient dan Limited. Kalau di Omniscient Point of View, orang ketiga tersebut mengetahui semuanya tentang seluruh karakter cerita, baik perasaannya atau pikirannya. Sedangkan yang Limited, orang ketiga itu hanya mengetahui tentang beberapa karakter saja.

Kesimpulan:

Sudut pandang adalah cara pandang yang dipergunakan pengarang sebagai sarana untuk menyajikan peristiwa-peristiwa yang dialami tokoh dalam cerita.

· Sudut pandang dalam cerkak “Becak” adalah:

Sudut padang yang digunakan pengarang dalam hal ini Budi Susanto Ia menggunakan sudut pandang orang ketiga. Karena dalam penceritaanya pengarang menceritakan tokoh Willy Prabowo dengan Ia sebagai orang yang serba tahu tentang apa yang teerjadi dalam jalanya cerita. Sebagai orang ketiga, pengarang tidak terlibat dalam cerita tersebut tetapi Ia hanya duduk sebagai seorang pengamat atau dalang yang serba tahu.

G. Simbol

· Definisi symbol:

o Simbol adalah sesuatu yang biasanya konkrit yang digunakan untuk mewakili suatu pengertian yang abstrak (www.hsc.csu.edu.au).

o Simbol digunakan selain untuk segi keindahan, juga untuk menjelaskan dengan lebih bening artian yang abstrak (www.hsc.csu.edu.au).

Kesimpulan:

Simbol adalah sesuatu yang yang digunakan untuk mewakili suatu pengertian yang abstrak atau untuk segi keindahan.

· Simbol yang ada dalam cerkak “Becak” adalah:

o Menggunakan bahasa yang menggambarkan keadaan di malam sebelumnya yang turun hudan deras dengan petir yang menyambar-nyambar sehingga menyebabkan jalan menjadi licin.

H. Waktu cerita

· Definisi waktu cerita

o Waktu lakuan yaitu waktu yang dibuhkan untuk membaca cerita tersebut sampai selesai.

o Rentang waktu cerita yaitu lamanya waktu dalam kisah yang diceritakan dalam cerita.

· Waktu cerita dalam cerkak “Becak” adalah:

o Waktu lakuan dalam cerkak tersebut adalah 30 mrnit.

o Rentan waktu cerita dalam cerkak tersebut adalah sekitar 2 tahun, yaitu mulai dari Willy Prabowo kuliah di semarang, kemudian mengalami kecelakaan yang membuat dirinya mengenal Miarsih dan kemudian menikah dan memiliki anak.

 

PENUTUP

A. KESIMPULAN

Cerpen dengan judul “BECAK” karya Budi Susanto menceritakan Willy Prabowo yang pada awalnya memiliki sifat nakal dan sombong akan kekayaan yang dimiliki keluaraganya serta berjanji lika kelak akan menika maka harus dengan orang yang cantik dan berasal dari keluarga kaya juga. Namun dalam perjalanan hidupnya Willy mengalami kecelakaan dan ditolong oleh seorang tukang becak bernama Pak Ramidjo yang kemudian mengurusi segala keprluanya. Di Rumah sakit Ia dirawat oleh seorang perawat cantik berpenampilan sederhana yang ternyata adalah putri dari Pak Ramidjo. Karena dalam merawat Ia sangat sabar dan telaten Willy pun menjadi jatuh hati padanya. Akhir ceita, meskipun ditentang orang tuanya karena bukan berasal dari keluarga yang sepadan, Willy tetap menikah dengan Miarsih.

Unsur-unsur intrinsik yang membanguk cerkak “Becak”:

    1. Tema

Tema dari cerkak “Becak” adalah percintaan. Percintaan antara Willy Prabowo dengan Miarsih.

    1. Alur

Cerkak “Becak” karya Budi Susanto memiliki alur maju. Karena dalam urutan penceritaan setiap peristiwanya pengarang menceritakan secara berurutan.

    1. Penokohan

Dalam cerkak ini terdapat 2 toko utama yang awalnya memiliki karakter yang saling berlawanan, namun pada akhr cerita sifat tokoh pertama luluh setelah bertemu dengan tokoh kedua.

    1. Latar

Cerkak “Becak” memiliki latar di wilayah Yogyakarta, Semarang dan Muntilan, pada saat Willy Prabowo masih kuliah di salah satu perguruan tinggi di Semarang.

    1. Judul

Judul “Becak” dalam cerkak ini memiliki keterkaitan karena dalam jalanya cerita tokoh utama mengalami kejadian penting dalam hidupnya setelah bertemu dengan keluarga Pak Ramidjo yang merupakan seorang tukang becak.

    1. Sudut Pandang

Sudut pandang yang dgunakan oleh Budi Susanto adalah sudut pandang orang ketiga, dimana Ia tidak terlibat dalam jalanya cerita melainkan hanya sebagai pengamat yang srba tahu.

B. SARAN

Cerita pendek berjudul “becak” karya Budi Susanto yang dikutip dari Tabloid Jaka Lodang ini memiliki nilai-nilai moral yang sangat tepat jika ditrpkan dalam kehidupan sehari-hari dikalangan para pemuda pada masa skarang ini. Seseorang tidak hanya memandang orang lain berdasarkan harta dan kedudukan yang dimilikinya, melainkan juga harus dilihat dari sifat dan perbuatanya. Sehingga tepatlah jika nilai ini diterapkan dalam kehidupan para pembaca.

DAFTAR PUSTAKA

Hartoko, Dick dan B. Rahmanto. 1986. Pemandu di Dunia Sastra. Yogyakarta: Kanisius.

Keraf, Gorys. 1980. Komposisi. Flores: Nusa Indah.

Nurgiyantoro, Burhan. 2000. Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press

Pamulat, Ning Sri. 2001. Analisis Struktural Cerita Bersambung “Astirin Mbalela”. Skripsi sarjana. Tidak diterbitkan. Fakultas Bahasa dan Seni UNY Yogyakarta.

Tarigan, Henry Guntur. 1991. Prinsip-Prinsip Dasar Sastra. Bandung: Angkasa.

Widyaningsih, Purwati. 2000. Analisis Struktural Novel “Darasih” karya Sudibjo Z. Hadisutjipto. Skripsi sarjana. Tidak diterbitkan. Fakultas Bahasa dan Seni UNY Yogyakarta.

Wiyatmi. 2006. Pengantar Kajian Sastra. Yogyakarta : Pustaka

Zulfanur Z.F., Sayuti Kurnia, Zunar Z. Adji. 1996. Teori Sastra. Jakarta: Depdikbud.

http://www.penulissukses.com/penulis38.php

http://www.hsc.csu.edu.au/indonesian/background/approach/advice/back_adv_read/Advice_reading.html

About these ads

3 tanggapan

  1. Mugi kemawon Jawa punika sansaya maju lan bisa nglawan panase ndonya…
    indahnya jawa

  2. I’m really impressed with your writing skills as well as with the layout on your blog. Is this a paid theme or did you customize it yourself? Anyway keep up the excellent quality writing, it is rare to see a great blog like this one nowadays.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: